Sunday, 02 February 2014 14:35

Beberapa Fakta dan Review Xbox One

Artikel ini akan membahas lebih dalam tentang Xbox One, termasuk review dan fakta yang didapatkan setelah beberapa hari mengoprek Xbox One. Mungkin fakta-fakta ini tidak ditemukan atau tidak secara spesifik disebutkan pada situs lainnya

 

Fisik

xbox-one-compare-2

xbox-one-compare-1

  • Xbox One memiliki fisik yang lebih besar dan lebih berat daripada 360. Tujuannya agar airflow di dalam mesin bebas bergerak sehingga suhu mesin menjadi lebih dingin. 
  • Desain Xbox One terlihat lebih kaku dari 360. Xbox One cenderung menyerupai set-top box untuk entertainment (menyerupai DVD player / perangkat TV satelit)
  • Tombol untuk power dan eject berupa touch panel (sama seperti 360 )
  • Tidak ada DVD / Blu-ray drive tray lagi, Xbox One menggunakan slot-loading DVD /Blu-ray drive.
  • Tidak terdengar suara kipas / fan di dalam mesin. 

 

Kinect 2.0

kinect-2.0

  • Kinect 2.0 lebih berat, daripada Kinect 1.0 pada Xbox 360. Namun kali ini tidak ada motor pada Kinect 2.0 (tidak dapat bergerak naik turun sendiri)
  • Terdapat kipas / fan kecil di dalam Kinect 2.0. 
  • Kemampuan camera Kinect 2.0 jauh diatas Kinect 1.0 
  • Memiliki kemampuan untuk membaca QR Code untuk keperluan DLC / Live secara cepat
  • Dengan Kinect, sign-in profile menjadi sangat mudah karena Kinect otomatis mendeteksi user secara presisi.
  • Kemampuan untuk mendengar perintah jauh lebih baik daripada Kinect 1.0
  • Masih terdapat delay apabila menggunakan Kinect pada layar dashboard, ga jauh beda dengan Kinect 360 delaynya.

 

Wireless Controller

-one-controller2

 

  • Wireless Controller Xbox One mirip dengan Xbox 360, untuk review secara mendetil dapat dilihat di link ini

 

Power

xbox-one-power-supply

Xbox One menggunakan daya listrik 4W dalam keadaan standby (tanpa download), 23W bila dalam keadaan standby (kondisi download atau updating), 70W bila dalam keadaan hidup (di dashboard) dan 95W dalam keadaan main game. Bila dibandingkan dengan Xbox 360 tipe Corona, ternyata terdapat perbedaan, yaitu 0.6W bila dalam keadaan standby, 65W dalam kondisi layar Dashboard dan 75W bila bermain game.

 

System 

 Xbox-One-Dashboard-live

  • Desktop background Xbox One saat ini tidak dapat dirubah warnanya (tetap hitam)
  • Dapat menjalankan game walaupun game belum terinstall 100%
  • Instalasi game memerlukan waktu yang agak lama
  • Setup awal mesin memerlukan waktu yang agak lama
  • Title Update game berukuran sangat besar (contoh Dead Rising 3 memerlukan TU sebesar 13Gb)
  • Game update atau system update dapat didownload pada saat mesin mati (background download). Pada tahap ini, kipas dan mesin dalam kondisi tidak aktif . Hanya CPU dan HDD yang aktif 
  • Game dapat dimainkan secara offline 100% (tidak perlu koneksi ke internet) - sama seperti Xbox 360
  • Tidak dapat membuat profile tanpa terkoneksi ke internet
  • Belum adanya Avatar store pada Xbox One sehingga library avatar masih seadanya
  • Untuk saat ini, tidak dapat menggunakan HDD external sebagai HDD tambahan untuk menyimpan game
  • Untuk saat ini, tidak dapat memutar film yang ada di HDD external
  • Sama seperti Xbox 360, Xbox One tidak memiliki baterai internal untuk menyimpan data waktu dan tanggal
  • Aplikasi Skype dan Youtube berjalan sangat baik (aplikasi lainnya belum sempat di tes)
  • Dapat menangkap sinyal HDMI yang diinput ke port HDMI input
  • Tidak ada perintah eject disc pada dashboard , sehingga untuk eject disc harus dilakukan melalui tombol eject pada mesin
  • Mesin dan game dapat dimainkan walaupun Kinect dilepas (sama seperti Xbox 360)
  • Mesin dan game dapat berjalan di manapun di dunia ini (region free)

 

Secara garis besar, Xbox One memiliki banyak nilai positif. Kekurangannya lebih cenderung ke tampilan desain mesin (berat dan besar) dan "make up" OS yang kurang cantik saat ini (dapat diperbaiki lewat system update). 

Last modified on Tuesday, 07 February 2017 11:57